Senin, 29 Desember 2025

GAMBARAN PERKULIAHAN MAGISTER ILMU KELUARGA DAN PERKEMBANGAN ANAK IPB UNIVERSITY

Sumber:dokumentasi pribadi


     Hiiii, saya Fufut Tri Nur Indah, S.KM., M.Si—alumnus Magister Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA) tahun 2022 dan lulus 2024 dengan predikat cumlaude. Iya, cumlaude. Mohon dibaca dengan nada ngos-ngosan karena memang selama kuliah saya ngos-ngosan beneran: setengah mengerjakan paper, setengah mengejar anak yang sembari berlari sambil membawa remote TV, dan setengah lagi menghadapi suami yang bertanya: “Makan apa hari ini?” Hidup memang penuh ujian—dan sebagian ujiannya tidak masuk dalam kurikulum pascasarjana.

    Pada blog ini saya akan memberikan sedikit gambaran perkuliahan Magister IKA di IPB University. Sedikit saja ya—karena kalau terlalu banyak nanti keliatan semua kegalauan saya waktu semester dua. Waktu itu saya mendapat beasiswa dari Kemendikbud lewat skema pelaku budaya, Beasiswa Pendidikan Indonesia. Secara pembiayaan, sama dengan LPDP. Jadi alhamdulillah selama kuliah saya tidak terlalu memikirkan biaya… tinggal memikirkan hidup, tugas, anak, suami, dosen, PPT, jurnal, dan eksistensi diri. Selebihnya santai.

    Saat ini saya sudah mendirikan daycare dan sedang berencana membuat PAUD inklusi. Ini bukti bahwa S2 itu tidak hanya melahirkan tesis, tapi juga bisnis, idealisme, dan kantong mata.

    Perkuliahan berlangsung dua tahun alias empat semester. Total SKS sekitar 39—angka yang tampak kecil di kertas, namun di hati terasa seperti 390. Tingkat kesulitan saya kategorikan: sedang. Kalau dibandingkan dengan S1 Kesehatan Masyarakat Unair, ya… ini seperti level “normal tapi kok hidup berasa hard mode”. Buktinya emak-emak bisa lulus cumlaude dan termasuk tiga lulusan tercepat. Kesimpulan: bukan kami yang terlalu jenius, tapi hidup memaksa kami efisien. Kalau bisa selesai hari ini, ngapain ditunda—toh besok sudah ada masalah baru.


        Kunci bertahan di pascasarjana sederhana: ujian di S2 itu bukan hafalan, tapi analisis. Jadi kalau ada yang tanya, “Apa yang kamu hafal selama S2?” Jawabannya jujur saja: nama anak dan tanggal jatuh tempo beasiswa. Kalau sistemnya hafalan murni, mungkin saya baru lulus empat tahun lagi, itu pun dengan air mata dan minyak kayu putih.

    Semester satu dan dua termasuk padat. Kuliah dari Senin sampai Jumat, kadang cuma libur sehari—itu pun biasanya untuk menyesali keputusan hidup. Kuliah dijadwalkan dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Tapi jangan bayangkan kita duduk penuh seperti pegawai shift pabrik. Misalnya Senin kuliah jam 9–11, nanti lanjut lagi jam 1–3. Kadang sehari cuma masuk pagi saja, kadang hanya siang saja, kadang hanya masuk grup WhatsApp tapi tidak masuk akal.

    Tugas? Banyak. Sangat banyak. Kalau tugas itu manusia, mungkin sudah bisa membentuk RT sendiri. Ada tugas individu, tugas kelompok, tugas yang katanya ringan tapi tiba-tiba berkembang biak. Saking banyaknya tugas, mahasiswa dipaksa membaca. Mau tidak mau, yang awalnya cuma kenal jurnal lewat nama, lama-lama jadi hubungan serius, bahkan lebih intens daripada chat dengan pasangan.

    Dosen? Alhamdulillah relatif baik dan sabar. Tidak ada yang aneh-aneh. Satu hal yang unik—semua dosen S2 IKA perempuan. Jadi suasananya hangat, terstruktur, dan penuh tugas. Soal desas-desus perang dingin antardosen, ya namanya juga manusia. Tapi di depan mahasiswa semuanya elegan dan profesional. Kami mahasiswa cuma bisa mengangguk sambil berkata dalam hati: “Yang penting nilai aman, Bu.”

    Satu hal yang harus dicatat dengan stabilo warna warni: semua dosen hobi memberi tugas. Tiada hari tanpa tugas. Kalau ada hari tanpa tugas, itu berarti kamu belum buka laman LMS atau grup WhatsApp. Namun percayalah—asal kamu rajin dan punya stok keberanian menghadapi deadline, semua bisa diselesaikan. Rumusnya: kopi + niat + sedikit drama = selesai.

    Tips keemasan lainnya: jangan lupa menjalin hubungan baik dengan tenaga kependidikan, pegawai administrasi, bahkan OB. Mereka itu pahlawan tak terlihat. Mereka tahu di mana berkas tercecer, kapan tanda tangan turun, dan tentu saja… gosip terbaru. Mahasiswa butuh tiga hal: jurnal, jaringan internet, dan kabar-kabar yang tidak ada di web resmi fakultas.

    Apalagi bagi yang sudah menikah. Urusan administrasi sudah seperti drama seri panjang. Surat ini kurang stempel, yang itu kurang tanda tangan, yang satu harus difotokopi tiga rangkap. Rasanya seperti Tuhan sedang menguji kesabaran, sementara mesin fotokopi menguji keimanan. Ditambah lagi saya lanjut S2 setelah sepuluh tahun lulus S1, jadi tubuh ini sempat kaget: “Kamu yakin mau begadang lagi?”

    Soal teman kuliah, izinkan saya berbagi petuah gaya warung kopi. Jangan terlalu menonjol di depan teman, tapi menonjollah saat perkuliahan. Percaya deh—kalau kamu terlalu bersinar di luar kelas, nanti dikira satelit. Lingkungan pascasarjana itu unik. Ada yang terlalu percaya diri, ada yang terlalu sensitif, ada yang seperti main sinetron dalam batinnya sendiri. Kita nikmati saja sebagai bahan penelitian kualitatif berjalan.

    Intinya: jaga diri, jaga lisan, jaga nilai. Target utama adalah lulus tepat waktu dan segera mengamalkan ilmu—bukan pamer status mahasiswa S2 selama lima tahun. Nah, sekarang bagian yang sering ditanyakan orang: bagaimana rasanya kuliah S2 sambil mengurus anak dan suami?

    Jawabannya: seperti lomba lari sambil bawa galon. Lucu dilihat orang lain, berat dirasakan pelakunya. Pernah suatu malam saya mengerjakan tugas, laptop terbuka, jurnal berjejer, mood akademik sudah siap. Tiba-tiba anak datang sambil berkata, “Bun, besok aku disuruh bawa kertas memo warna warni ke sekolah.” Sementara suami bertanya dari dapur, “Gula di mana?” Saat itu saya sadar: manajemen waktu adalah mata kuliah tanpa SKS tapi wajib lulus.

    Ada momen ketika saya ingin menulis bab tinjauan pustaka, tapi malah meninjau cucian. Ada saat saya membaca teori perkembangan anak, sementara anak saya berguling seperti dinamo. Di titik itu saya tertawa sendiri. Ternyata skripsi, tesis, dan rumah tangga punya kesamaan: kalau ditunda, sama-sama menumpuk.

    Namun di balik ngos-ngosan itu, ada rasa bangga yang tidak bisa diterjemahkan ke angka IPK. Bisa bertahan. Bisa selesai. Bisa membuktikan bahwa emak-emak tidak hanya kuat membawa belanjaan, tapi juga kuat membawa beban SKS.

    Kuliah S2 juga mengajarkan satu hal penting: standar kebahagiaan mahasiswa pascasarjana itu sederhana. Bukan liburan ke Eropa. Bukan tas branded. Tapi kalimat dosen yang mengatakan, “Silakan revisinya sedikit saja.” Rasanya seperti mendengar malaikat menyanyikan lullaby. Dan tentu saja, saya tidak akan lupa pada momen sidang tesis. Jantung berdegup, telapak tangan dingin, wajah tetap tersenyum sok kalem. Di dalam hati doa sederhana: “Ya Allah, semoga penguji lupa pertanyaan.” Tapi ternyata tidak lupa. Untungnya saya juga tidak lupa belajar.

    Sekarang setelah lulus, saya melihat ke belakang dengan senyum: ternyata semua lelah itu tidak sia-sia. Ilmu IKA tidak berhenti di ruang kelas. Ia hidup di daycare yang saya dirikan, ia bergerak dalam rencana PAUD inklusi yang sedang saya bangun. Ia hadir ketika saya bertemu orang tua, anak, guru—dan ketika saya menghadapi drama kecil kehidupan yang tidak pernah absen.

    Jadi, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan kuliah Magister IKA, pesan saya sederhana:

    Siapkan tekad. Siapkan waktu. Siapkan tempat khusus untuk menyimpan tugas—dan tisu untuk menyeka air mata jurnal.

    Dan jangan lupa satu hal: kalau merasa ngos-ngosan, bukan berarti kamu lemah. Bisa jadi kamu memang sedang berlari lebih jauh daripada orang lain.

Jumat, 24 Maret 2023

PENGALAMAN TES NARKOBA DI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH (LABKESDA) TANGERANG SELATAN

Salah satu syarat mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia Tahun 2022 adalah dengan melampirkan surat bebas narkoba. Berhubung beasiswa adalah satu-satunya jalan untuk melanjutkan studi S2, saya pun segera mencari referensi dari internet tentang tempat-tempat yang melayani tes tersebut. Nah kebetulannya persyaratannya tidak mencantumkan detail yang tes narkoba berapa varian, maksudnya ada kan tes narkoba yang mahal sampai 500rb tapi yang dites itu memang komplit, karena budget saya terbatas, saya lebih memilih tes yang pakai 5 parameter aja alias yang murah. 

Akhirnya saya pilih tes di laboratorium kesehatan daerah yang berada di Tangerang Selatan. Waktu datang ternyata cukup ramai orang tes disana. Mayoritas sih anak muda yang hendak mendaftar kuliah atau kerja yang memang mempersyaratkan bebas narkoba ini. Ada juga sih adik kecil yang tes urin karena diduga sakit tertentu. 

Waktu giliranku, aku sama seorang petugas perempuan diminta masuk ke toilet dan diberi wadah untuk kencing. Petugas tersebut ikut masuk ke bilik toilet. Hal ini untuk memastikan bahwa kencing itu kencing kita asli. cengir-cengir sih kencing ditungguin mbak-mbak petugas, tapi sesama perempuan jadi santai aja. Setelahnya si mbak petugas membawa air kencing kita untuk diuji di laboratorium. aku tes pagi dan hasilnya keluar sore. Namun karena sibuk aku ambilnya besok paginya. 

Berikut nih contoh surat bebas narkobaku.



Waktu itu bayarnya Rp. 173.000




Kamis, 06 Juli 2017

TES WAWANCARA DUTA WISATA

TES WAWANCARA DUTA WISATA




Beberapa contoh tes wawancara duta wisata :
1.        Coba perkenalkan diri anda?
Nama saya Fufut , saya 20 tahun, saya mewakili SMA 1 NGIMBANG
2.          Apa motivasi anda mengikuti ajang ini?
a.   Saya cinta kebudayaan Indonesia pada umumnya dan kebudayaan Lamongan pada khususnya, dan saya ingin lebih mengembangkan kecintaan saya itu dengan mengikuti even ini.
b.  Saya ingin turut serta mengembangkan dan memperkenalkan budaya lamongan ke masyarakat lamongan, khususnya kepada para pemudanya karena seiring dengan perkembangan zaman, para pemuda mulai tidak menghargai budaya daerah.
c.  Melihat kondisi banyaknya budaya kita yang di klaim oleh negara lain, mendorong saya untuk ikut berpartisipasi memperkuat budaya kita,,,,salah satu faktor dari klaim negara lain karena kita kurang menghargai budaya kita.
3.        Apa Misi dan Visi kamu
Misi : Ingin berperan dalam mempromosikan dan memperkenalkan kebudayaan lamongan kepada masyarakat dan pemudanya.
Visi : Menjaga kepribadian sehingga bisa menjadi contoh bagi pemuda khususnya,               
4.      Apa  yang menjadikan Lamongan pantas memilih kamu sebagai duta wisata? Saya menarik dan berkepribadian baik serta memiliki loyalitas untuk mempromosikan pariwisata
5.      Apa yang bisa anda lakukan sebagai duta wisata? Sebagai generasi muda di era global saya bisa mempromosikan pariwisata melalui twetter, facebook dan social media yang bisa mencakup banyak kalangan muda.                                                                                                                                             
6.      Sebagai duta wisata, diharapkan Anda bekerja secara professional, jelaskan secara singkat sikap profesional apa yang harus dimiliki?”
”Sebagai seorang penerus bangsa dan duta wisata, saya menyadari bahwa dengan Kutulusan Hati, dapat membentuk loyalitas dan totalitas dalam menjalankan tugas”.
“We need to have Strong Commitment, because we have a lot of duty that take a lot of energy to do that. And we must have ability to do time management, because some of us still a student …..”
Itulah adek adek beberapa contoh tes wawancara audisi duta wisata, banyak hal sebenarnya yang ditanyakan ini cuma contoh kecil. Oh iya please ya jangan asal copas tulisan saya trus dimasukkan blog kamu kalau di copas buat belajar buat ikutan audisi duta wisata sih oke oke aja. (Soale ada yang copas tulisan saya yang pertama yang judul e TIPS MENGIKUTI AUDISI DUTA WISATA podo pleq rek di copas di lebokne blog e cek gx mbois e rek opo nyontoh ). Wes yo adek-adek suksesss ya sayyy.


TIPS MENJADI PEMENANG DUTA WISATA

(MERAIH JUARA DUTA WISATA 5 BESAR)

Alhamdulillah setelah 4 tahun tidak lihat blog (karena sibuk momong anak) heheheh akhirnya saya bisa menulis lagi seputar tips menjadi duta wisata khususnya untuk para kawula muda. Sekedar sharing ya menjadi duta wisata itu niatkan yang baik jangan sampai nanti terbawa arus pergaulan yang jelek soalnya pengalaman nie biasanya         nih para pemenang tuch agak sombong soalnya pada belagak sok dandan sok kaya. Wabil khusus untuk para duta wisata cowok please ya jangan ikutan jadi cucok rempong alias gay alis LGBT tetaplah jadi pemuda yang menjadi duta wisata sejati pejantan tangguh. Soalnya di dalam dunia duta wisata ada deh orang-orang macam itu (LGBT).
Okee udahan dulu gosipnya maklum ya adek-adek biasa emak-emak hobbi ngrumpi hahahaha. Pada postingan saya tahun 2013 (lama banget ya) di blog ini juga saya sudah menjelaskan tips mengikuti seleksi awal menjadi duta wisata meliputi tes tulis, tes wawancara, tes bahasa inggris, tes catwalk, tes talenta dll. Ini sekarang Mbak Fufut tulisin tips buat adek-adek kalau sudah lolos seleksi awal dan masuk jadi finalis dimana biasanya para finalis akan dikarantina selama beberapa hari sebelum nanti akhirnya menjalani grand final yang diatas panggung yang diliatin banyak orang itu loh rek.

                         TIPS MENJADI FINALIS YANG LAYAK MASUK 5 BESAR :
1.    Have tourism ambassador attitude, punya attitude/sikap sebagai duta wisata misalnya nih ya kamu ramah sama finalis lain (bisa jadi juara persahabatan lho rek), waktu ada materi mendengarkan (igak ngobrol karepmu dewe) dan catat trus bertanyalah (jika kamu bertanya jangan terlalu berambisi bertanyalah dengan sopan, tanya satu pertanyaan saja  jika ingin bertanya lagi tunggu 2 atau 3 orang setelah nya), jangan telat di setiap kegiatan, senyum ramah dll.
2.   Mastering the way to speak in front of public, PD ngomong di depan umum meskipun kamu tidak pandai ngomong bisa dilatih buka youtube contoh itu cara ngomong pemenang duta wisata.
3.      Always show a good charm, performance is important, yang penuh pesona dandan rapi rek
4.      Show your talents , tunjukkan bakatmu pada saat masuk finalis bakatmu akan di uji lagi dan akan diuji lebih mendalam, kalau pada seleksi awal misal kamu nembang jawa maka pada saat finalis juri akan menantang kamu menyanyikan lagu jawa lain yang lebih sulit.
5.     Presentation, saat disuruh presentasi baik individu maupun kelompok usahakan semaksimal mungkin, kamu bisa searching pengetahuan wisata tentang daerahmu dan juga kuasai materi yang lagi ngetren missal isu lingkungan, narkoba dll.


Pada saat karantina itu semua sikap kamu dinilai dan itu yang menjadi patokan panitia menentukan 10 besar saat grand final. Dilarang copas trus dimasukkan blog boleh copas kalau buat belajar buat ikutan audisi. 

Jumat, 29 November 2013

AUDISI DUTA WISATA


TIPS MENGIKUTI AUDISI DUTA WISATA 


Pemilihan duta wisata baik ditingkat kabupaten, kota, provinsi, nasional bahkan internasional sangat diminati banyak orang terutama kaum muda meskipun ada beberapa orang yang berpandangan negatif dan menganggap fungsi adanya duta wisata hanya sebatas simbolis. Kalau saya pribadi menilai selama kegiatan itu bermanfaat bagi kaum muda untuk mengenal lebih dalam tentang kepariwisataan, belajar bersosial, menambah pengalaman, bahkan untuk link pekerjaan (biasanya alumnus duta wisata mudah masuk model, pramugari, pokoknya pekerjaan yang berkaitan sama penampilan) lha daripada kebut-kebutan dijalan, demo yang asal-asalan, ngerokok dijalanan ya mending ikutan duta wisata yaaa kali aja nemo jodoh atau pacar hahahahah (biasanya seh ganteng & cantik para finalisnya).
            Pemilihan duta wisata di berbagai daerah rata-rata hampir sama kriteria penilaiannya. Adapun buat kamu-kamu yang minat banget jadi duta wisata, saya kasih tips yang insya Allah bermanfaat. Berikut ulasannya:
1. Kamu harus memenuhi Kriteria baik fisik maupun non fisik, setiap daerah memiliki syarat & kriteria sendiri untuk calon duta wisatanya semisal usia maksimal & minimal, tinggi minimal, mampu menguasai bahasa inggris, bertalenta, berpenampilan menarik dll.
2.   Usahakan disaat mengikuti audisi duta wisata Penampilan kamu sopan dan menarik biasanya nih untuk laki-laki memakai sepatu (bukan sepatu sport), celana bahan, atasan kemeja putih, berdasi dan potongan rambut rapi sedangkan untuk perempuan memakai sepatu hak tinggi, rok bahan, kemeja putih, scraf, rambut diikat pake hairnet atau kalau berjilbab ya dibikin serapi mungkin dah dan jangan lupa bermake up ria tapi jangan menor-menor ya sayyyyy buat ceweknya.
3.   Kuasai Public Speaking  yang bagus, kalau bicara jangan lebayyyy to the point azzzzaaaa kalau bisa dengan suara dan intonasi yang sekiranya menunjukkan kalau kamu itu smart yaaa meskipun aslinya gx smart heheheheheh disini bakal ada sesi wawancara, diskusi dlll
4.  Cantumkan Prestasi atau Pengalaman kamu di formulir pendaftaran, biasanya prestasi memberi nilai tambah contohnya paskibra kabupaten, juara english debate, announcer (biasane seng menang wkwkwkwkwk) dll.
5.   Berdoa semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti audisi.
Adapun tes atau penilaian yang dilakukan di hampir semua pemilihan duta wisata sebagai berikut:
I.       Tes Fisik, jadi kamu nanti diukur tinggi badan dan berat badannya. Saran saya ketika anda diukur tinggi badannya tarik nafas dan tahan sambil menegakkan badan (ini bisa menambah 1cm hasil ukur tinggi badan) kalo berat badan kurang ideal maka makanlah yang banyak heheheh kalau kelebihan diet donggggg.
II.      Tes Tulis Kemampuan Umum, bisa jadi soal isian atau abc an (choice) atau dua-duanya. Adapun materi yang diujikan kebanyakan terkait segala hal tentang daerah kamu dan pengetahuan umum meliputi:
1.         Arti simbol/lambang daerahmu
9. Kerajinan tangan daerahmu
2.        Bupati/gubernur/walikota pertama
10. Komoditas daerahmu (buah, sayur dll)
3.         Sejarah daerahmu
11. Pejabat daerahmu yang terbaru
4.         Makanan tradisional daerahmu
12. Menteri pariwisata terbaru
5.         Tarian tradisional daerahmu
13. Kebudayaan daerahmu (slametan)
6.         Tempat pariwisata daerahmu
14. Batas daerahmu (Utara,selatan,timur,barat)
7.         Moto daerahmu
15. HUT daerahmu
8.         Sapta pesona
16. Dll

III.  Tes Catwalk, pada tes ini nanti kamu disuruh jalan satu per satu, jalannya tegap berirama ya kayak model-model di tivi. Saran saya sih mending kamu berlatih dulu untuk pose dan cara jalan yang bagus kalau cowok cara jalan yang cool n maco kalau cewek usaha in berjalan yang anggun terserah pake senyum atau enggak (buat kamu yang gx biasa pake high hills/sepatu hak tinggi usahain banyak-banyak latihan ciiiiin hihihihiiiiii).
IV.  Tes Talenta/Bakat, untuk tes bakat ada beberapa bakat yang memiliki nilai lebih misal tarian daerah (lebih bagus kalo kamu nariin tari daerahmu), nembang jawa, dalang, MC  kalau sekedar nyanyi pop, main gitar sih standart kecuali kalo emang suara n permainanmu josss gandosss kotos kotossss. Intinya semakin tradisional semakin bagus. Kamu bisa kok latihan dulu nari cuman kalo gx ahli kelihatan sih tapi setidaknya kan mending daripada nyanyi pake suara sumbang hihihihi.
V.     Tes Wawancara Kebudayaan, pada sesi ini kamu ditanyain segaala hal seluk beluk pariwisata dan kebudayaan di daerahmu. Saran saya sih kamu bisa cari di internet atau kamu minta aja pamflet atau pinjam buku dari dinas pariwisata di daerahmu di fotokopi atau diapain aja yang penting kamu dapat informasi.
VI.   Tes Wawancara Bahasa Inggris, bagi kamu yang tidak terlalu pintar berbahasa inggris tidak perlu khawatir soalnya biasanya sih yang ditanyain ya itu-itu aja jadi kamu bisa merancang kira-kira jawaban bahasa inggrisnya heheheheh. Kamu disuruh memperkenalkan diri terus ditanya seputar motivasi kamu ikutan duta wisata( jangan bilang ingin nambah temen n pengalaman terlalu klasiiiiik), misi & visi, dan kira-kira kamu pantas tidak untuk jadi pemenangnya. Saran saya sih kamu banyakin konsul sama senior yang uda ikutan duta wisata biar lebih paham gitu trus bisa diperkirakan jawabannya dan satu lagi kalo jawab wawancara yang tegas, sopan & jangan lebay atau bertele-tele.

Setelah kamu melalui tes-tes diatas otomatis panitia akan mengkalkulasikan nilai yang kamu dapat, oh iya selama audisi kamu harus jaga sikap yaaaa jangan ngesokkkk yang ramah pada siapa aja. Bagi kamu yang tidak terpilih menjadi finalis kamu bisa ikutan tahun depan, banyak kok para pemenang yang tahun sebelumnya gx masuk finalis terus ikutan lagi & malah jadi pemenang (soalnya uda dapat pengalaman/kegagalan awal kesuksesan). Bagi kamu yang masuk finalis SELAMAAAAt ya dan nanti saya akan kasih TIPS SAAT MENJADI FINALIS DUTA WISATA biar masuk 5 besar atau biar kamu dapat predikat laaaahhhhh. ( Tolong jangan copas tulisan saya dan dimasukkan blog anda kalau dicopas buat belajar tidak apa-apa, soalnya ada blog lain isinya persis tulisan saya ini, nyontoh gx mbois rek, kalau dimasukkan blog sertakan link blog saya OK)